SIAPKAN KEMANDIRIAN DI MASA DEPAN, BKKBN DIY AJAK ASN BANGUN KEKUATAN TUBUH DAN MENJAGA PRODUKTIVITAS KERJA

YOGYAKARTA — Di tengah riuh target kinerja dan tuntutan pelayanan publik yang tak pernah surut, kesehatan sering kali terabaikan. Namun perlu disadari bahwa stamina yang prima merupakan bahan bakar utama untuk merawat kesiapan berpikir, menjaga ketajaman fokus, serta mengalirkan pelayanan yang berdampak bagi masyarakat. Menegaskan kembali bahwa kebugaran adalah investasi, bukan opsi, Perwakilan BKKBN DIY menggelar Jumat Sharing Seri 17 dengan mengangkat tema “Fit Worker, Top Performance: Pencapaian Hebat Dimulai dari Tubuh yang Sehat”, Jumat (23/10).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Fajar Triasmara, MM, seorang akademisi dan praktisi olahraga. Melalui materi “Kekuatan Hari Ini, Kemandirian di Masa Depan” Fajar mengajak peserta untuk memandang gerak bukan sekadar aktivitas olahraga, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi kekuatan, keseimbangan, dan kemandirian seiring bertambahnya usia. Salah satu kebiasaan kurang sehat di tempat kerja yang sering tidak disadari yaitu duduk terlalu lama.

“Rutinitas di depan komputer, rapat berjam-jam, dan padatnya pekerjaan dapat membuat tubuh minim bergerak. Padahal, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, naik tangga, atau melakukan peregangan di sela pekerjaan dapat membantu menjaga tubuh tetap aktif,” ujar Fajar.

Fajar menyoroti empat pilar otot yang perlu dijaga karena berperan penting dalam mendukung fungsi tubuh sehari-hari, yakni kekuatan genggaman (grip), otot bokong (glutes), otot betis (calves), dan diafragma (diaphragm). Keempatnya berperan dalam mendukung berbagai fungsi tubuh, mulai dari stabilitas panggul dan keseimbangan hingga membantu sirkulasi darah dari tungkai serta menunjang pernapasan.

Peserta juga diajak memahami bahwa menjaga kebugaran tidak cukup hanya dengan memperbaiki postur. Kekuatan otot inti, mobilitas pinggul, kemampuan tubuh beradaptasi terhadap beban, dan kepercayaan diri dalam bergerak perlu dibangun secara bertahap. Latihan kekuatan yang dilakukan secara konsisten, disertai asupan protein yang cukup dan aktivitas kardio, menjadi bagian dari upaya mempertahankan kapasitas tubuh.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, M.Si., saat pembukaan menegaskan bahwa kesehatan merupakan aset penting yang perlu dijaga di tengah tuntutan pekerjaan dan target kinerja.

“Bagaimana mungkin kita bisa memberikan pelayanan yang prima dan berkinerja unggul, jika tubuh kita sendiri berada dalam kondisi yang tidak fit?” ujarnya.

Ia menambahkan, pencapaian hebat, inovasi, dan efisiensi kerja tidak lahir dari kelelahan yang menumpuk, melainkan dari energi positif, pikiran yang jernih, dan tubuh yang bugar. Karena itu, setiap pegawai perlu membangun kebiasaan hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan seimbang, memenuhi kebutuhan cairan, rutin beraktivitas fisik, hingga menyeimbangkan waktu kerja dan istirahat.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa produktivitas tidak semata-mata diukur dari banyaknya pekerjaan yang diselesaikan, tetapi juga dari kemampuan menjaga kesehatan agar tetap prima dalam jangka panjang. Bagi ASN BKKBN DIY, tubuh yang sehat turut mendukung kesiapan memberikan pelayanan publik yang optimal, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat.

Jumat Sharing Seri 17 ini mengajak peserta membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan bukan harus dimulai dengan langkah besar, namun bisa dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain menyisihkan waktu untuk bergerak di sela pekerjaan dan menghindari duduk terlalu lama tanpa jeda. Tak kalah penting juga memilih aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi tubuh. Mari jadikan kesehatan sebagai investasi agar kita dapat bekerja dengan lebih fokus, produktif, dan bersemangat.

Penulis             : Dessy Phawestrina
Editor               : Tiara Rosivanengtyas
Dokumentasi    : Kristian S. Widagdo, Gunanto
Rilis                  : Jumat, 23 Oktober 2026

Related posts